Mesin Penghancur Anak

May 23, 2007

Masih ingat dengan postingan Mesin Pembuat Anak yang cukup mengundang hujatan? Kalau sudah lupa, silahkan dilihat-lihat lagi di sini. Nah, postingan terbaru saya saat ini saya beri judul “Mesin Penghancur Anak”. Ya, bisa dibilang ini adalah sequel dari Mesin Pembuat Anak :D . Begini ceritanya..

Suatu siang yang cerah di kota sampah..

Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di kota sampah ini, sebut saja Jidan (bukan nama sebenarnya) sedang butuh koneksi internet untuk lepas dari kejenuhan kamar kostnya yang mulai terasa sumpek karena belum dibersihkan lebih dari sebulan. Biasanya Jidan berselancar di dunia maya dengan memanfaatkan koneksi internet di kampusnya, tentu karena gratis jauh lebih murah dari warnet. Namun karena hari itu adalah hari libur (secara kampus atau tepatnya laboratorium komputer di kampus tutup di hari libur), maka ia pun bergegas ke warteg terdekat, eh salah warnet terdekat maksudnya.

Sampailah Jidan di warnet yang ditujunya. Setelah mas penjaga menunjukkan komputer yang masih kosong kepadanya, Jidan bergegas menuju komputer tersebut karena tidak tahan rasanya untuk jauh dari internet walaupun hanya sehari. Waktu pun berlalu dengan cepatnya dan Jidan sudah mulai agak gelisah melihat billing system yang sudah menunjukkan tarif yang harus dibayarnya sudah sebesar biaya yang bisa digunakannya untuk dua kali makan (bahkan empat kali kalau lagi irit-iritnya). Setelah menunggu angka detik di menit terakhir penambahan tarif pada durasi pemakaian menunjukkan angka lima puluh sekian (agak ribet untuk menjelaskannya, jadi misalnya tarif bertambah Rp.1000 setiap 15 menit, maka Jidan menunggu durasi pemakaian mencapai 14:5X supaya pemakaiannya maksimal, hehe, emang dasar nggak mau rugi aja sih), maka Jidan mengakhiri sesi pemakaian dan berjalan menuju mas penjaga untuk membayar ongkos sesuai tarif (halah, kayak angkot aja).

Nah, inti dari cerita ini adalah pada saat Jidan berjalan menuju mas penjaga warnet (jadi paragraf-paragraf sebelum ini cuma ngemeng-ngemeng nggak ada makna, maklum baru aja ujian KPB yang harus mengarang bebas). Jidan ini adalah tipe orang yang suka tengak-tengok kanan-kiri kalau sedang berjalan. Ketika ia melewati salah satu komputer dan melihat pemakainya, Jidan terperangah kaget (bahasa norak!) menyaksikan apa yang baru saja dilihatnya. Dua orang anak SD (terlihat dari celana pendek warna merahnya) terlihat sedang begitu seriusnya memandangi layar monitor di depannya. Hal itu memang wajar saja, namun yang membuat Jidan terperangah adalah salah satu tangan dari kedua bocah itu merogoh ke dalam celana merah mereka masing-masing (nggak usah dibayangin, nanti jijik sendiri). Dan ketika mereka sadar ada orang yang lewat di depannya dan melihat mereka, secara refleks kedua anak itu langsung mengeluarkan kedua tangannya dari celana masing-masing dengan memasang ekspresi wajah layaknya maling jemuran yang tertangkap basah warga kampung ketika sedang berusaha mencuri jemuran dan menyadari bahwa sebentar lagi ia akan dihajar habis-habisan oleh massa atau bahkan lebih parah lagi dibakar hidup-hidup untuk disantap ramai-ramai (halah, ngeri banget.. berlebihan kamu nak, nak!).

Tidak perlu menjadi rocket scientist bagi Jidan untuk tahu apa yang sedang mereka perhatikan di layar monitor di depan mereka walaupun layar monitor itu membelakanginya. Fiuhh, betapa sudah jauh berbedanya dunia tempat Jidan hidup ini bila dibandingkan ketika ia masih SD. Hiburan yang paling menarik baginya ketika itu hanyalah sebatas menonton kartun Doraemon setiap minggu pagi jam 8. Sedangkan pergi ke warnet bersama temannya untuk mengunjungi situs orang-orang dewasa, bahkan dalam mimpi pun ia tidak pernah terpikir untuk melakukannya (secara warnet waktu itu udah ada belom sih?). Tapi sekarang, sebuah mesin yang sangat fenomenal telah mengubah dunia ini. Walaupun sangat banyak manfaatnya, namun mesin yang bernama komputer yang dilengkapi dengan teknologi bernama internet ini bisa menjadi Mesin Penghancur Anak (tentu saja jangan dibayangkan mesin ini menghancurkan anak sebagaimana mesin penghancur kertas men-sobek-sobek kertas!) dengan membuat mereka “dewasa” sebelum waktunya.

Eits, jangan salah dulu, paragraf terakhir itu tadi bukanlah sesuatu yang ada di pikiran Jidan secara ia bukanlah orang yang suka su’udzon (a.k.a berburuk sangka). Sebenarnya yang ada di pikiran Jidan adalah:

Pasti anak-anak itu jarang mandi deh, makanya sesuatu di balik celana mereka gatel. Dasar jorok! Get alive! Sabun mandi udah dijual dimana-mana dek, dek!

8 Responses to “Mesin Penghancur Anak”

  1. dende Says:

    Ckckck. Jadi inget artikel di majalah sma di Bandung, Gr*y. Waktu itu bulan puasa, judul artikelnya ga inget. Isinya testimoni2 anak sma soal ngabuburit. Salah satunya bilang sering ngabuburit di warnet, bareng pacarnya [lupa yang cerita cewe ato cowonya]. Trus ‘ga sengaja’ buka situs dewasa. Lama-lama ‘ga tahan’, trus sama pacarnya ‘quickplay’ di booth warnet itu langsung. Hmm. Rupanya kecilnya kaya yang di post ini…


  2. Parah…… Anak muda jaman sekarang… :)

  3. febrian Says:

    Tadi sempat sekilas terkesan ” merogoh ke celana satu sama lain.. ”

    kok saya malah lebih parah ya….

    tobat feb, tobat….

  4. diBond Says:

    >> febrian

    Hwahaha.. Eby parah bgt sih mikirnya. Sy sampe ngakak ga berenti2. Ya memang begitulah kejamnya dunia Co. Kalo km punya anak jgn lupa diajarin yg bener ya…

  5. dee Says:

    Bwahahahaha….

  6. Setiadi Says:

    anak sekarang cepet gede ya.. hehe

  7. dave Says:

    ooohhh….ternyata yg diiklankan di tv ama kenyataan nya beda banget yah…ckckc..apa kata duniaaa..

  8. stevan Says:

    sama kyak gw tu !


Leave a Reply