47 is the number..
Ternyata berhasil melewati sidang TA bukanlah akhir dari perjuangan saya di kampus tercinta ini. Sebelum saya bisa melenggang ke Sabuga dengan mengenakan Toga, Oktober nanti, masih banyak hal lain yang harus saya kerjakan. Euforia pasca sidang akhirnya lenyap begitu saja.
Hal pertama yang harus dilakukan setelah sidang tentunya adalah bersilaturahmi dengan Pak Ade atau Mbak Nur, dan Bu Titi di TU akademik. Ada kuesioner dan data diri yang harus saya isi, daftar perbaikan yang harus saya lakukan terhadap dokuman TA, daftar persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa ikut wisuda, dan daftar nilai kuliah yang harus saya periksa. Agak bingung juga untuk memilih kuliah pilihan 3 SKS mana yang harus saya batalkan secara jumlah SKS yang telah saya ambil adalah 147, lebih 3 SKS dari 144 SKS yang harus saya ambil. Namun atas saran Bu Titi, saya akhirnya tidak jadi membatalkan satu kuliahpun karena memang pembatalan kuliah itu tidak akan menaikkan atau menurunkan status kelulusan saya berdasarkan IPK. Diputuskan sudah, angka 147 tidak akan diganggu gugat. OK, selesai satu urusan.
Selanjutnya yang saya urus adalah masalah perbankan yang berhubungan dengan Bank. Untuk ke Bank, terlebih dahulu saya harus fotokopi KTM dengan NIM 13503047 dan KTP dengan nomor XX.XXXX.150586.0047 milik saya sebagai syarat mengurus penutupan rekening tabungan mahasiswa. Selesai fotokopi, saya bergegas ke Bank.